Sejarah Sepeda dan Penamaannya – Sepeda kini kembali menjadi mode. Tapi, tahukah Anda sejarah sepeda? Dan, kenapa disebut sepeda Indonesia, dan bentuknya seperti ini?

Sejarah Sepeda dan Penamaannya

 Baca Juga : Mengenal Istilah Peneng, Pajak Sepeda Zaman Dulu

vintagebicyclepress – Di era kolonial, kawasan pejalan kaki disebut sepeda dengan sepeda. Pramoedya Ananta Toer dalam novel “Anak All Nations” menyatakan bahwa mengayuh merupakan penemuan penting yang dibawa ke Hindia Belanda.

Memo itu tercatat pada ayat 14. Pramoedya menulis,”“ Ini yang dipanggil kereta- angin, Tuan- tuan, Velocipede. Bikinan Jerman asli. Cepat, kilat semacam angin. Si angin pula yang memiliki hal, hingga penumpangnya tidak jatuh. Bersandar nyaman di pelana, kaki sedikit berjuntai.”

Tetapi, pencipta sepeda bukan orang Belanda, melainkan orang Jerman bernama Baron Karl Von Drais pada 1817. Awal mulanya sepeda terbuat dengan cakra dibuat dari kusen dengan setir, serta tanpa dayung. Mendekati push bike kanak- kanak yang lagi gaya dikala ini. Von Drais memanggil produk itu Laufmaschine ataupun mesin kabur sehabis kesimpulannya diucap draisine.

Von Drais setelah itu melaksanakan ekspedisi pertamanya dengan velocipede pada 12 Juni 1817 dari Mannheim ke Schwtzinger Relaishaus. Ekspedisi keduanya dicoba di tahun yang serupa dengan arah Gernsbach ke Baden.

Kemudian pada 1860- an, buatan Von Drais memperoleh penyempurnaan dari sebagian pencipta Perancis, ialah Pierre Lallement, Pierre Michaux, serta Ernest Michaux. Merekalah yang menaruh dayung pada sepeda. Cuma saja, dayung itu ditempatkan di cakra depan. Mereka menyebutnya velocipede.

Dari situlah timbul tutur bicycle yang maksudnya 2 cakra yang dikayuh. Dari bicycle timbul temuan lain mulai dari monocycle( satu cakra) sampai tricycle( 3 cakra). Tetapi, Eugene Myers serta James Starley pembaruan dengan membesarkan dimensi cakra depan. Sepeda bentuk ini diketahui dengan Penny- farthings serta terkenal pada 1870–1880. Saking terkenalnya, kelab serta berolahraga sepeda yang awal muncul.

Tetapi, sebab dirasa kurang nyaman, John Starley mencampurkan wujud dini velocipede yang ukurannya ban depan serta balik serupa dengan bentuk dayung serta kaitan. Inovasi sepeda tidak menyudahi. Sehabis Starley, John Dunlop mengganti sepeda yang awal mulanya memakai cakra kusen jadi cakra dengan karet bermuatan angin. Ban angin ini setelah itu jadi standar di pabrik sepeda pada 1890- an.

Temuan pada sepeda yang jadi terkenal semacam saat ini ini merupakan pencipta gigi gir. Ia merupakan Paul de Vivie. Ia sanggup membuat sepeda mempunyai 4 tipe kecekatan. Pada 1906, ia menyandingkan sistem gir ini ke sepeda yang beliau memiliki serta menjadikannya speda derailleur awal. Sayangnya, de Vivie tidak mematenkannya.

 Baca Juga : Royal Enfield Bullet Diesel 325: Semua yang Perlu Anda Ketahui.Royal Enfield Bullet Diesel 325: Semua yang Perlu Anda Ketahui

Kepopuleran sepeda kian bertambah pada 1960- an sehabis orang Amerika Utara mengenali dampak bagus dari sepeda. Saat ini, sepeda jadi kian terkenal tidak hanya sebab kesehatan, namun pula terdapatnya pemahaman buat kurangi emisi gas karbonium.